Pria yang akrab disapa Kak Seto ini menemui 1 anak Wahyu dan 6 anak Muntasir di Rawa Sengon 7 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (27/10/2008).
Begitu turun dari Kijang Innova B 8986 AC ini, Kak Seto langsung disambut ceria oleh anak-anak tersebut. Mereka juga berebut salaman dengan tokoh boneka Si Komo ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bonekanya mana?" tanya Kak Seto. Karena tidak ada boneka sapu tangan pun diubah menjadi boneka.
Kemudian Kak Seto memberikan beberapa dus susu, satu dus biskuit serta mie instan. Istri Muntasir mengaku senang didatangi kak Seto.
Kak Seto menegaskan, dirinya prihatin anak korban terorisme terlantar. Di dalam UU, anak tetap dikedepankan perlindungan dan kasih sayangnya.
"Meskipun bapaknya bersalah, tidak boleh melupakan hak anak yakni memperoleh rasa aman bila harus berpisah. Pemerintah wajib memberikan penampungan karena nafkah terputus," kata pria berkacamata ini.
Kak Seto menambahkan, anak-anak tersangka teroris terlihat cukup stres. "Tidak jelas kapan orang tuanya kembali. Kalau suasananya cukup dramatis, akan memberikan trauma yang panjang bagi anak-anak," kata Kak Seto.
Sebelum pulang Kak Seto menyempatkan bernyanyi bersama anak-anak Di Sini Senang, Di Sana Senang.
(nik/nrl)











































