Lantas, apa motifnya? "Saya berpikir, jika saya membakar hotelnya saya tak perlu menjalani pernikahan," ujar Tatsuhiko Kawata, 39 tahun.
Menurut surat kabar Yomiuri, sebagaimana yang dilansir news.com.au, Senin (27/10/2008) Kawata sesugguhnya telah memiliki istri. Namun, Kawata berniat menikah lagi. Akan tetapi, hanya berselang beberapa hari menjelang resepsi, Kawata berubah pikiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedianya, Kawata dan calon pengantin perempuannya akan menikah di depan sedikitnya 80 orang tamu undangan. Namun akibat ulahnya, bisa jadi Kawata kini harus merayakan pernikahan tersebut di balik terali besi. (alf/nrl)










































