Pesona rumah tua yang berada di gang sempit itu menjadi buah bibir saat Barack Obama menyatakan diri menjadi calon presiden AS dari Partai Demokrat awal tahun lalu. Semua media massa, termasuk media-media raksasa seantero dunia melihat rumah sederhana itu dari dekat. Rumah itu bak menjadi magnet yang luar biasa!
Awalnya, tak ada yang melongok rumah itu sampai akhirnya detikcom memberitakannya pada 2007 lalu. Sejak rumah itu diberitakan, penghuni rumah mengaku sering didatangi wartawan, termasuk wartawan dari media asing. Saking banyaknya wartawan yang datang, penghuni rumah tidak mengizinkan semuanya bisa memasukinya. Hanya wartawan tertentu yang beruntung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber detikcom, Senin (27/10/2008) membenarkan bahwa rumah tersebut saat ini sedang dalam status 'dijual'. Saat ini, sang penghuni rumah, Zulfian, sudah pindah dari rumah itu dan lebih memilih tinggal di rumah lain miliknya di kawasan Tebet. Sementara ibu kandungnya, Ny Nurpatmi, yang sempat ikut dan tinggal lama di rumah itu memilih kembali ke Aceh. "Rumah itu hanya ditinggali adik Ivan. Tapi dia jarang di sini, karena sering pergi ke Malaysia," kata sumber itu.
Rumah berlantai dua itu dihuni Obama bersama ibundanya Ann Dunham dan ayah tirinya Lolo Soetoro, serta adiknya Maya Soetoro pada awal 1970-an. Di kawasan Menteng Dalam Jakarta Selatan ini, Barack Obama yang pada masa kecilnya dipanggil Barry menghabiskan masa kanak-kanaknya bersama anak-anak Betawi saat itu. (asy/nrl)











































