Mulyo Wasis adalah kakak tiri Ryan. Dia membawa serta istrinya, Winarti, dan bayinya yang baru 10 bulan, Ifan. Mereka harus rela terlunta-lunta di depan gedung tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Minggu (26/10/2008). Wasis dan keluarga tidak diizinkan masuk ke dalam tahanan oleh petugas piket tahanan.
Wasis dan keluarga tiba di Mapolda Metro Jaya sejak pukul 06.00 WIB. Dia pergi dari kampungnya di Jombang sana dengan kereta. Ditemui wartawan pukul 11.30 WIB, Wasis belum beranjak pergi. Sejumlah barang pun tergeletak begitu saja di emperan gedung. Sesekali dia melirik handphone yang digenggamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak di Jombang, Wasis sudah menghubungi pengacara Ryan, Kasman Sangaji, untuk menemui Ryan hari Sabtu (25/10). Namun Kasman tidak bisa menemui Wasis. Kasman menyarankan Wasis untuk menemui kuasa hukum Ryan yang lain, Nyoman Rai.
Wasis memutuskan untuk menginap di rumah Nyoman mengingat betapa besar biaya yang harus dikeluarkan bila dirinya harus beristirahat di sebuah penginapan.
Wasis mengaku merogoh ongkos perjalanan ke Jakarta untuk berdua sekitar Rp 1,2 juta. Namun begitu tiba di Jakarta, Nyoman pun ternyata sedang tidak ada di tempat. Akhirnya, lelaki yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD) ini menunggu tiada kepastian.
"Nanti saya akan ke rumah Pak Nyoman saja. Kita juga disuruh besuk Ryan hari Senin saja," ujar Wasis sambil mengajak bercanda bayi yang merupakan putra keempatnya itu.
Kasman lalu bercerita pengalaman unik saat membesuk Ryan beberapa waktu lalu. Dia pernah tidur bersama tahanan lain di ruang piket Reskrimum Polda Metro Jaya. Dia bahkan menghabiskan waktu di dalam kamar tahanan selama lima hari. Selama itu, bahkan dia tidak bisa makan.
"Kasihan ngelihat yang lain nggak makan, jadi saya pun nggak makan. Untungnya penyidiknya baik, mau kasih saya tempat di situ," ujarnya mengingat masa lalu.
Mendekati pukul 13.00 WIB Wasis tetap tidak mendapat izin petugas untuk menjenguk Ryan di dalam tahanan. Hujan pun turun membasahi kawasan Mapolda Metro Jaya. Cipratan air mengenai kaki Wasis, namun dia tidak memperdulikannya.
Si kecil Ifan akhirnya terlelap tidur dalam pangkuan ibunya setelah diberi susu. Keringat mengucur dari kepala Ifan. Sesekali Wasis menyeka keringat di kepala anaknya itu.
"Ryan kangen sama Ifan. Makanya kami bawa aja," ujar Wasis sambil menatap anaknya penuh sayang. (mei/nrl)











































