Pemberontak dari The New People's Army (NPA) sebelumnya mengaku hendak membawa seorang terpidana ke penjara di Lucena, selatan Manila, itu. Demikian dikatakan Kepala Polisi Provinsi Fidel Posadas seperti dilansir AFP, Minggu (26/10/2008).
Ketika rombongan ini telah berada di dekat pintu gerbang, mereka menyergap para sipir dan membebaskan 7 rekan mereka yang mereka sebut seagai "tahanan politik."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posadas menyatakan, pemberontak itu bisa memasuki penjara karena para sipir tidak mengikuti prosedur yang benar. Mereka mengizinkan rombongan itu masuk ke dalam tanpa memverifikasi identitas mereka.
"Jadi mereka masuk ke dalam dengan bebas," kata Posadas. Saat ini aparat Filipina melakukan pengejaran besar-besaran pada pelaku penyerangan itu.
(nrl/gus)











































