Penegasan itu disampaikan Kapolda Riau, Brigjen Hadiatmoko kepada wartawan, Sabtu (25/10/2008) di Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru. Hadiatmoko menjelaskan, dari hasil penyidikan terhadap tersangka bandar judi togel Candra Wijaya alias Acin, diketahui judi lintas negara ini menghasilkan omzet Rp 3 miliar per hari.
Dugaan sementara, hasil judi selama ini dialihkan tersangka Acin untuk membuka berbagai usaha legal seperti, real estate, perkebunan sawit, ruko, mobil, rumah, serta beberapa bisnis hiburan yang ada di Pekanbaru.
"Hal itu dapat diketahui dari sejumlah dokumen yang kita sita sebagai barang bukti. Banyak dokumen sertifikat tanah, bisnis hiburan serta perkebunan sawit yang kita juga merupakan hasil dari judi togel," kata Hadiatmoko yang pernah berhasil membongkar mafia penyelundupan terbesar di Riau saat masih bertugas di Mabes Polri itu.
Selain itu pihak Polda Riau juga berhasil menyita barang bukti sekitar 200 nomor rekening yang menyebar di sejumlah bank milik tersangka. Kuat dugaan, transaksi hasil judi togel ini selanjutnya dialihkan tersangka untuk berbagai bisnis legal.
"Untuk mengungkap semua praktik pencucian uang ini, kita sengaja mendatangkan Unit Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri. Enam personil Unit Cyber Crime yang turun ke Riau dipimpin langsung Kombes Faisal," kata Hadiatmoko.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Riau Eddy Akhmad RM kepada detikcom mengatakan, apa yang dilakukan Kapolda Riau merupakan prestasi terbesar di bumi Melayu Lancang Kuning. Karena itu pemberantasan judi ini perlu mendapat dukungan elemen masyarakat Riau.
"Sukses Kapolda ini, dapat saya nilai, ibarat dua sisi mata uang. Satu sisi merupakan Kapolda yang berani dan turun langsung dalam penggerebekan bandar judi tersebut, dan tentu hal ini sebuah prestasi besar bagi aparat kepolisian. Di lain sisi, beliau memperlihatkan ketidakkeberdayaan pimpinan Polda Riau sebelumnya, yang tidak berdaya menghadapi tangan-tangan besi big boss judi yang ada di bumi Melayu Riau ini," kata Eddy RM.
Berkenan dengan hal itu, Eddy Sekretarsi Umum Partai Demokrasi Kebangsaann (PDK) Wilayah Riau mengharapkan semua elemen masyarakat lintas etnis, agama dan profesi untuk dapat memberikan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan Polda Riau.
"Semoga upaya polda Riau tidak hanya terhenti pada bos judi saja, tetapi juga berlanjut pada kejahatan lainnya yang begitu marak di Riau ini," kata Eddy RM.
(cha/gah)










































