"Saya belum bisa menilai kualitas para tokoh yang belakangan muncul. Saya hanya berharap para calon-calon presiden, tidak hanya kepingin jadi presiden, hendaknya kepingin memperbaiki Indonesia," tegas KH Hasyim Muzadi kepada detikcom usai membuka Musker dan Manaqib Kubro IV, Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyah Idaroh Wustho Jawa Timur, di RS Nahdlatul Ulama Tuban, Sabtu (25/10/2008).
Menurut Cak Hasyim, demikian sang tokoh NU ini akrab disapa, yang mendesak dilakukan adalah mengangkat nasib rakyat Indonesia yang sudah terjebur dalam lumpur kemiskinan. Hal ini butuh strategi serius dari berbagai level pemerintah dan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara maraknya media massa dan rangkaian iklan yang muncul di televisi, sejumlah nama tokoh yang muncul bakal meramaikan helat 5 tahunan Pilpres, diantaranya, Susilo Bambang Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Wiranto, Prabowo Subiyanto, Sutrisno Bachir, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Yusuf Kalla, Sutiyoso, Rizal Mallarangeng dan Fadel Muhammad.
Saat disinggung apakah dirinya bakal ikut mencalonkan diri dalam Pilpres mendatang? Mantan Cawapres pasangan dari Megawati Soekarnoputri ini menyatakan, dirinya hingga kini belum berniat mencalonkan diri. Dia pun mengaku belum ada juga partai politik yang meminangnya untuk menjadi Capres periode mendatang.
"Sampai sekarang belum ada, karena saya kan bukan gadis. Dipinang tidak ada, keinginan sampai hari ini untuk mencalonkan diri juga tidak ada," tegas Hasyim Muzadi.
Sementara saat disinggung capres yang akan diusung PBNU, dia juga belum memberikan kepastian. "Kalau secara institusional kan tidak mungkin NU mencalonkan diri, yang mencalonkan kan partai politik. Kalau ada orang NU yang mencalonkan boleh saja," sergahnya. (fat/gah)











































