"Dia suka memberi utang kepada warga sini yang kekurangan. Tidak tanggung-tanggung. Kadang Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta. Itupun dilunasi dengan jangka waktu sukarela," ujar tetangga korban, Kurniati, 45 kepada detikcom di lokasi kejadian, Jl Akasia Rt 1/18 Pamulang Timur, Tangerang.
Kebaikan janda tua ini bukannya tanpa alasan. Sepeninggal suami dan anak-anaknya, dengan hidup sendirian hartanya menjadi lebih dari cukup. Bahkan, saking baiknya, tetangga dekat mengingatkan untuk tidak sembarangan memberi utang. "Tapi namanya orang tua. Kalau sudah mau minjemin ya, dipinjemin aja," tambah ibu yang mengenakan baju daster merah.
Untuk mengisi waktu luangnya, dia membuka warung kecil-kecilan di depan rumahnya yang sederhana. Sayang, pagi ini tubuhnya telah ditemukan tewas mengenakan daster batik kesukannya. "Kami benar-benar kehilangan," ujar tetangga lainnya Wati (35) seraya menggendong anaknya.
Sekitar pukul 11.30 WIB, korban telah dibawa ke RS Fatmawati untuk diotopsi. Rencananya, siang ini akan langsung di makamkan di TPU yang hanya berjarak 500 meter dari rumah korban. (asp/gah)











































