Namun, karena GHP sangat luas, ternyata Sarkozy telat masuk bahkan sampai
nyasar. Akhirnya, pertemuan yang seharusnya berlangsung pada pukul 19.00 waktu setempat terlambat sekitar 10 menit.
"Maaf, saya telat. Di sini ruangannya besar sekali, bahkan saya sampai nyasar," ujar Sarkozy sambil tergopoh-gopoh masuk ke ruang pertemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana kabarnya?" ujar SBY mengawali pembicaraan.
Sayangnya, wartawan yang hendak mengabadikan momen tersebut hanya diberi waktu 5 menit. Akhirnya, liputan wartawan pun hanya sebatas itu.
Tak Difoto
Pertemuan yang bersejarah antar pemimpin kedua negara tersebut tidak diabadikan oleh fotografer Indonesia lantaran penjagaan di tempat tersebut sangat ketat.
Awalnya ada sekitar 10 wartawan Indonesia yang boleh masuk, salah satunya fotografer Istana. Namun karena yang punya ID khusus hanya kameramen dan fotografer Istana, akhirnya hanya mereka berdua yang boleh masuk.
Celakanya, saat masuk, sang fotografer malah diarahkan ke acara lain. Sehingga setelah 9 wartawan lain diperkenankan masuk, justru sang fotografer tidak ikut rombongan.
Satu menit setelah rombongan wartawan Indonesia masuk ruangan pertemuan, Sarkozy pun akhirnya masuk. Dan akhirnya hanya kameramen yang bisa mengabadikan momen tersebut beserta salah satu handphone wartawan.
"Coba kalau kita juga telat, pasti pertemuan tersebut tak terabadikan," ujar salah seorang wartawan TV. (anw/irw)











































