Aksi demo itu dipicu tulisan mengenai cerita-cerita lucu yang dimuat di Metro Tapanuli pada Jumat (17/10/2008). Cerita tersebut menjelaskan seolah-olah boleh melaksanakan salat tanpa berwudhu. Hal itu dianggap melecehkan agama Islam, makanya kemudian masyarakat protes.
Sebab itu sekitar 1.000 orang yang menamakan diri Barisan Rakyat Anti Penodaan Islam (Bara Api) melakukan demo seusai salat Jumat di Masjid Agung, Jl S Parman. Pertama massa berdemo di Gedung DPRD Kota Sibolga yang persis di depan Gedung DPRD. Setelah berorasi menyatakan protes, massa kemudian menuju Kantor Harian Metro Tapanuli di Jl Horas Sibolga, sekitar 350 kilometer dari Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerugian mencapai puluhan juta akibat kejadian ini," kata Wiku Sapta, Wakil Pemimpin Redaksi Metro Tapanuli kepada detikcom melalui telepon.
Pasca penyerangan ini, sejumlah polisi berjaga-jaga di sekitar Kantor Metro Tapanuli untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
(rul/nrl)











































