"Kapal-kapal sudah berada di wilayah tersebut. Mereka telah memulai operasi pencegahan," ungkap seorang juru bicara komando laut NATO yang tak disebutkan namanya, melalui sambungan telepon dengan AFP, Jumat (23/10/2008).
Kapal-kapal tersebut, sebuah kapal penghancur dari Italia dan kapal frigat dari Inggris dan Yunani "diperbolehkan menggunakan kekuatan" berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku selama mengindahkan hukum-hukum internasional, demikian pernyataan NATO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal-kapal WFP yang mengangkut 30,000-35,000 ton bantuan selama ini menjadi sasaran empuk bajak laut di perairan Somalia.
Laporan dari Biro Maritim Internasional (IMB) sendiri menyebutkan 63 dari 199 insiden pembajakan selama sembilan bulan pertama tahun 2008 terjadi di perairan Somalia dan Teluk Aden. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu.
Komandan Tinggi NATO, Jenderal John Craddock dar AS mengatakan bahwa operasi ini adalah bukti dari kemampuan militer aliansinya dalam menghadapi berbagai krisis di seluruh dunia. "Hal in menunjukkan kesiapan NATO untuk terjun langsung dan turun tangan menghadapi setiap ancaman, dalam hal ini ancaman bajak laut," ujarnya.
(alf/nrl)











































