Oknum Polisi & Wartawan Diduga Terlibat Sindikat Judi Togel di Sumatera

Oknum Polisi & Wartawan Diduga Terlibat Sindikat Judi Togel di Sumatera

- detikNews
Jumat, 24 Okt 2008 18:24 WIB
Pekanbaru - Polda Riau membekuk otak judi toto gelap (togel) yang memiliki jaringan ke seluruh Sumatera dengan omzet Rp 3 miliar setiap harinya. Dari penggerebekan itu diketahui adanya dokumen oknum aparat dan wartawan menerima fee setiap bulannya.

"Banyak oknum yang terlibat dalam bisnis illegal ini. Perjudian ini memiliki jaringan sangat luas ke seluruh Sumatera. Untuk mengamankan jalannya perjudian ini, memang banyak aparat kita sendiri yang terlibat. Termasuk juga wartawan," kata Kapolda Riau, Brigjen Hadiatmoko kepada wartawan, Jumat (24/10/2008) di Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.

Dengan nada berncanda, Hadiatmoko mengaku telah mengantongi dokumen yang disita dari bandar judi siapa saja aparat yang terlibat. Di samping itu dukomen lainnya juga melibatkan sejumlah onum wartawan. Keterlibatan oknum aparat dan wartawan ini untuk mengamankan jalannya bisnis haram tersebut dengan cara menerima fee setiap bulannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dapat mengungkapnya secara transparan siapa saja oknum yang terlibat. Termasuk juga oknum wartawan yang menerima fee setiap bulannya dari bandar judi. Malah wartawan itu yang selama ini suka menyorot-nyorot saya," kata Kapolda Riau sembari tersenyum.

Menanggapi adanya oknum wartawan yang terlibat menerima fee dari bandar judi, Ketua PWI Reformasi Jupernalis Samosir, mengatakan, sebaiknya Kapolda Riau tidak hanya sekedar memunculkan opini ke publik. Keterlibatan oknum aparat dan wartawan sebaiknya dibuka saja agar tidak menimbulkan fitnah.

"Terutama buat kalangan jurnalis, kalau memang ada bukti, kenapa tidak dibuka saja agar tidak menimbulkan fitnah. Sebab, oknum wartawan yang diduga terlibat belum tentu benar-benar terlibat. Bisa jadi sejumlah nama wartawan hanya dicatut oleh oknum terntentu," tegas Jupernalis samosir wartawan Tempo itu.

Kendati demikian, kata Jupernalis, bila benar-benar adanya keterlibatan oknum aparat, pihak Polda Riau sebaiknya langsung memberitahukan ke redaksinya masing-masing. Dengan demikian, redaksi masing-masing media dapat melakukan cross check langsung ke wartawannya.

"Kalau ternyata belakangan dokumen keterlibatan oknum wartawan ternyata tidak terbukti, watawan yang merasa terfitnah, dapat melakukan gugatan kepada bandar judi yang mencatut namanya," kata Jupernalis.

Penggerebakan bandar judi ini dipimpin langsung Kapolda Riau, Brigjen Hadiatmoko, pada Kamis (23/10/2006). Bandar judi bernama Acin sudah membuka usahanya selama empat tahun terakhir ini. Judi togel ini berkiblat ke Singapura, Vietnam, dan Malaysia.

Kini toke judi dengan omzet Rp3 miliar per hari bersama 22 orang operator judi telah diamankan Polda Riau. Ratusan juta uang judi togel serta komputer dan rekap judi kini dijadikan barang bukti. (cha/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads