"Lebih baik mundur 1-2 hari tapi lebih final dari pada tepat deadline tapi nanti ada perubahan lagi," kataย Election Program Manager National Democratic Institute forย International Affairs (NDI) Anastasia Soeryadinata.
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi tentang DPT di media center KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (24/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini dikarenakan secara teknis data yang dikirm dari masing-masing kabupaten ke Jakarta melalui fax belum tentu sepenuhnya valid. KPU harus lebih dahulu memverifikasi data itu sehingga ketika diumumkan sebagai DPT akan benar-benar sudah valid.
"Saya kira kalau diundur beberapa hari tidak akan berdampak signifikan pada jadwal," ujar Anas.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Augus Mellaz mengatakan, jika KPU tidak menyampaikan secara resmi kendala yang dihadapinya, tidak ada alasan bagi KPU untuk memundurkan jadwal pengumuman DPT.
"Selama ini kita memang mendengar banyak kendala dihadapi KPU, tapi kan tidak ada pernyataan resmi dari KPU," ujarnya.
Yang berbahaya, kata Augus, jika KPU tidak secara transparan membeberkan kendala-kendala yang dihadapi, dikhawatirkan publik akan menilai ada unsur manipulasi data yang dilakukan KPU. Dan ini memunculkan peluang adanya gugatan.
"Lebih baik KPU mengumumkan secara jujur kendala apa yang dihadapi," pintanya.
(sho/nrl)










































