"Tingkah laku dari Pujiono sampai saat ini masih belum ada perubahan masih seperti dulu. Masih suka pamer harta kekayaan, sombong, gonta-ganti isteri dan tidak pernah sopan dengan kaum ulama," kata H. Mukri Hadi, salah satu pengurus Banser Jawa Tengah kepada detikcom per telepon, Jumat (24/10/2008).
H Mukri Hadi mengenal Pujiono sering meminta tolong kepada Banser untuk melakukan pengamanan dalam setiap acara yang akan digelarnya. Pujiono mendekati Banser yang dipimpin H Mukri sejak tahun 2002 saat usaha kaligrafinya sedang menanjak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pujiono yang dulu saya kenal, suka pamer harta kekayaan, sombong, otoriter, suka main perempuan dan selalu menggampangkan segala sesuatunya," kata H. Mukri Hadi.
Mukri menambahkan terakhir bertemu Pujiono, pria yang mengaku kiai ini telah mempunyai istri yang berasal dari daerah Demak. Namun sayangnya Mukri tidak mengetahui secara detail berapa isteri yang dipunyai oleh Pujiono sebelumnya.
Berdasarkan tindakan negatif Pujiono, maka Mukri tidak mengakui pria yang mengeluarkan zakat Rp 1,3 miliar merupakan seorang kiai, apalagi patut diberi gelar syekh.
"Maaf saya tidak mengakui dia sebagai kiai, setelah saya lihat ia malah menjauh dari agama maka saya tinggalkan," kata Mukri. (iy/nik)










































