Warga AS Berduyun-duyun Berikan Suara dalam Pemilihan Dini

Warga AS Berduyun-duyun Berikan Suara dalam Pemilihan Dini

- detikNews
Jumat, 24 Okt 2008 10:25 WIB
Warga AS Berduyun-duyun Berikan Suara dalam Pemilihan Dini
Washington - Warga Amerika Serikat tampaknya tak sabar untuk segera memberikan suaranya dalam pemilihan presiden (pilpres) 4 November mendatang. Dengan gelombang pemilih Demokrat yang akan memberikan suara pada pemilihan pendahuluan, tampaknya kandidat presiden Barack Obama akan memimpin perolehan suara.

Sejumlah besar warga rela antre di perpustakaan-perpustakaan, mall-mall, dan sekolah-sekolah untuk memberikan suara di daerah-daerah yang menggelar pemilihan dini seperti Ohio, Florida, dan Nevada. Mereka tidak ingin antrean panjang, lambannya proses registrasi serta mandeknya mesin pemilih terulang lagi seperti
di pilpres 2004 lampau, ungkap seorang petugas pemilihan.

Di beberapa negara bagian seperti Georgia dan North Carolina, pemilihan dini dilakukan lebih cepat dibanding pilpres terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemilihan dini telah meningkat pesat dari 14 persen di tahun 2000 menjadi 20 persen di tahun 2004. Kami memprediksi sebanyak sepertiga dari seluruh pemilih 2008 akan memberikan suaranya sebelum 4 November mendatang," ungkap Kepala Pusat Pemilihan Dini Paul Grinke di Portland, Oregon sebagaimana yang dilansir AFP, Jumat (24/10/2008).

Kampanye Senator Barack Obama dari kubu Demokrat secara aktif mendorong warga memilih sebelum hari pemilihan, dengan harapan akan mendapatkan keuntungan mengingat banyak hasil polling yang mengunggulkan Obama atas rivalnya, senator John McCain dari pihak Republik.

"Jangan menunggu hingga 4 November," bujuk Obama kepada para pemilih di Tampa, Florida hari Senin (21/10/2008), hari pertama pemilihan dini di negara bagian tersebut.

"Mobil Anda mungkin mogok, Anda mungkin mengalami kedaan darurat. Alarm Anda mungkin tak berbunyi, sehingga Anda telat masuk kerja. Oleh karenanya pergunakanlah kesempatan pemilihan dini ini," ujar Obama.

Menurut James Hickes, seorang peneliti pada Pusat Pemilihan Dini, pemilihan dini telah digelar di AS semenjak tahun 1860-an, dan terutama diperuntukkan bagi para prajurit yang memilih via pos.

Namun kini, sebanyak 33 dari 50 negara bagian di AS mengizinkan warganya memilih via pos atau memilih sebelum hari pemilihan tanpa harus memberikan alasan apapun, seperti akan ada urusan pada hari H atau semacamnya.

"Hal ini membuat nyaman bagi orang yang tadinya enggan memilih," tambah Hickes kepada AFP.

Keengganan warga untuk mengikuti antrean yang panjang ketika hari H juga meningkatkan penyelenggaraan pemilihan dini. Pada tahun 2004, di sejumlah tempat di Ohio, antrean yang panjang dan melelahkan menyebabkan sebagian pemilih ogah mendatangi bilik suara. Hal ini oleh pihak Demokrat ditengarai sebagai penyebab kekalahan John Kerry dari George W. Bush dalam pilpres 2004.

(alf/nrl)


Berita Terkait