Akan tetapi hal yang ditakutkan adalah koalisi keduanya justru akan menyebabkan ruang sengketa lebih banyak.
"PDIP dan PKS tidak bisa berkoalisi. Dari segi ideologinya saja sudah berbeda. Jika berkoalisi justru akan menyebabkan ruang sengketa lebih banyak nantinya," kata pengamat politik sekaligus dosen Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Arbi Sanit saat dihubungi detikcom, Jumat (24/10/2008).
Meski PKS masih malu-malu menanggapi ajakan koalisi ini, namun isyarat untuk bersedia melakukan koalisi masih terasa. Namun menurut Arbi, koalisi yang bisa dilakukan untuk kedua partai ini hanyalah koalisi jangka pendek atau koalisi ad hoc. Sedangkan untuk koalisi strategis atau jangka panjang, Arbi merasa keduanya kurang sesuai.
"Kalau untuk jangka pendek (koalisi) bisa saja, tapi untuk jangka panjang PDIP dan PKS ya tidak bisa karena semuanya berbeda," tegasnya.
Menurut Arbi, PDIP memiliki ideologi yang nasionalis sedangkan PKS lebih berasaskan agama.
Namun jika PKS bergabung dengan partai-partai Islam, menurut Arbi, itu justru akan menjadikan kekuatan baru.
"Jika partai-partai Islam ini berkoalisi maka akan bertindak sebagai partai oposisi bagi partai besar yang memiliki ideologi berbeda. Namun hendaknya koalisi ini juga demi memperbaiki negara," pungkasnya. (nov/nrl)











































