Ledakan granat itu merusak satu unit mobil Toyota Hiline bernomor polisi BL 1220 LC, satu unit mobil Toyota Avanza dan kaca jendela kantor tempat bernaungnya mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu. Di titik granat yang jatuh itu juga mengakibatkan lubang sedalam sekitar 20 centimeter dan berdiameter 20 cm.
Husaini (24) salah seorang saksi mata mengatakan, saat kejadian kantor itu dijaga oleh empat anggota KPA yang sedang piket. Ia mengaku saat granat itu dilempar, dia bersama tiga rekan lainnya yaitu Asnawi (25), Yusuf (38) dan Munadir (24) sedang tertidur dan terkejut mendengar ledakan. Namun mereka tidak berani keluar dan hanya melihat dari dalam kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 09.00 Wib, pihak kepolisian kota besar (Poltabes) Banda Aceh, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi juga menemukan pemicu (pen) granat yang dilemparkan para pelaku. Polisi juga telah membuat garis pembatas (police line) di lokasi jatuhnya granat. Selain itu tanah dari dalam lubang sisa ledakan juga diamankan polisi.
Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Banda Aceh, Kombes Pol Ilsaruddin mengatakan pihaknya belum mengetahui jenis granat yang digunakan pelaku. Menurutnya motif pengeranatan juga hampir sama dengan kasus pengeranatan rumah mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakkir Manaf pada September lalu.
"Kita belum bisa menentukan jenis granat, tapi dari keterangan saksi memang ledakan agak keras, kita harus menyelidiki lagi di laboratorium kriminal (Labkrim) untuk mengidentifikasi jenis granat" katanya.
Lebih lanjut ia menyebutkan, hinga kini pihknya masih melakukan penyelidikan, dan belum bisa memastikan siapa dalang di balik aksi tersebut. Menurutnya perlu penyelidikan lebih jauh untuk mengidentifikasi hal itu.
(djo/djo)











































