"Seharusnya pemimpin hari gini berani bilang seperti yang Pangsar (Soedirman) katakan. Rakyat tidak boleh menderita, biar kami pemimpin yang menderita," ujar Ketua Jenderal Soedirman Center (JSC) Bugiatso.
Hal itu disampaikan Bugi dalam jumpa pers tentang revitalisasi pemikiran Panglima Besar Jenderal Soedirman di Wisma BCA, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bugi menepis anggapan lembaganya akan dijadikan komoditas politik seperti Bung Karno Center dan Akbar Tandjung Center yang dijadikan komoditas politik.
"Kami hanya ingin mengkampanyekan ajaran moral dari Pangsar. Sejak berdiri 2006, semangat ajaran moral ini yang membawa kami agar tidak masuk pada politisasi. Kami juga menginginkan agar ajaran Pangsar ini bisa menjadi referensi bagi siapapun yang ingin memimpin negara ini," beber Bugi.
Bugi prihatin melihat banyak pemimpin hari ini yang mudah mengeluh dan hanya sibuk memperkaya diri sendiri di tengah kemelaratan rakyat.
"Tidak seperti dulu Pak Dirman meninggalkan istri dan anak selama 7 bulan perang bergerilya dengan hanya tinggal satu paru-paru. Tetapi semangatnya tetap berkorban untuk tetap mempertahankan kemerdekaan," kata Bugi. (nik/iy)











































