Bannya yang membungkus velg racing silver juga masih hitam pabrik. Di balik kaca putih tembus pandang terlihat jok-jok yang masih diselubungi plastik.
Usut punya usut mobil yang harganya berkisar Rp 300 juta on the road itu ternyata milik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang berkantor di situ. Sedianya semua anggota Bawaslu yang berjumlah 5 orang akan diberi tunggangan mobil baru, bahkan ketuanya disebut-sebut akan dihadiahi mobil sedan Toyota Camry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil baru walau tidak sekelas Mercedez, BMW atau mobil mewah lainnya tetaplah masih menjadi barang luks di dalam pandangan mayoritas masyarakat Indonesia. Mengantisipasi hal itu, salah seorang petugas Bawaslu mengatakan pengadaan mobil memang menjadi suatu kebutuhan.
"Cuma statusnya ribet kalau harus minjem terus. Bukan milik Bawaslu, tapi KPU," katanya.
Dibandingkan pengawas pemilu 2004 yang bernama Panwaslu, Banwaslu tentu lebih 'terjamin'. Sebab Panwaslu 2004 hanya mendapatkan ongkos sewa Rp 4 juta/bulan atau kini setara sewa Toyota Avanza.
(gah/nrl)











































