Berebut Duit yang Belum Nyata

Sentralisasi Logistik Golkar

Berebut Duit yang Belum Nyata

- detikNews
Kamis, 23 Okt 2008 11:10 WIB
Berebut Duit yang Belum Nyata
Jakarta - Kebijakan pengadaan logistik yang dimonopoli oleh DPP Partai Golkar membuat daerah resah. Sejumlah DPD I  berharap ikut mengecap dana langsung yang konon anggarannya sebesar Rp 300 miliar itu. Padahal, hingga kini dana itu masih belum nyata.
 
Gonjang-ganjing 'berebut' dana logistik disuarakan sejumlah DPD I, antara lain DPD DIY, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung. DPD ini kecewa lantaran kucuran dana yang diharap ternyata akan dikirim ke daerah dalam bentuk barang.
 
"Siapkan saja gudang yang besar, DPP akan langsung mengirimkan logistik berupa bendera, spanduk dan logo-logo partai," ujar Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla saat penutupan Rapimnas IV Partai Golkar beberapa waktu yang lalu.
 
Namun tak semua DPD menyambut kebijakan ini. Malah, daerah mensinyalir ada segelintir elit yang menuai untung di balik kebijakan ini.  "Jujur saja, ini jadi lahan proyek baru bagi segelintir orang di DPP," ujar Sekretaris DPD DIY Johan Keban, saat berbincang dengan detikcom, Rabu kemarin (22/10/2008)
 
Dana yang disiapkan partai berlambang beringin ini untuk dana pencitraan ini memang terbilang besar. Ada yang menyebutnya Rp 300 miliar, ada pula yang menyebutnya hanya Rp 200 miliar. Pengadaan logistik diambil dari dana yang besar ini. Dana pencitraan diperuntukkan untuk pengadaan logistik dan promosi.
 
"Anggaran itu belum tersedia. Kami masih mencari orang yang ingin menyumbang," aku Rully Chairul Azwar, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar. Hal yang sama juga dikatakan Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo. "Kita masih cari uangnya," kata Firman.
 
Dari informasi yang dihimpun detikcom, keseluruhan dana kampanye yang disiapkan Partai Golkar hingga Pemilu Legislatif nanti mencapai Rp 1 hingga 2 triliun.
 
Sekadar diketahui, Rapimnas Partai Golkar menyepakati pengadaan logistik tersentralisasi di pusat. Logistik ini berupa bendera, spanduk, baliho, dan atribut-atribut yang di dalamnya tertera logo-logo partai. Partai Golkar juga akan mencetak sebanyak 40 juta buku yang terdiri dari buku doa-doa, dan buku panduan tehnis tentang pertanian.
(gun/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads