Seorang pejabat PBB mengatakan, badan dunia itu berharap siapapun presiden baru AS, hendaknya berani menutup kamp tahanan teroris di Teluk Guantanamo, Kuba.
"Saya memiliki harapan tinggi kepada pemerintahan AS yang baru, terlepas dari siapa presidennya, agar memiliki rencana menutup penjaraΒ Β Guantanamo," ujar Martin Scheinin, Pelapor Khusus PBB untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam perang melawan teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di mata saya hal itu membawa pesan bahwa mereka akan menutup penjara tersebut," tandas profesor hukum asal Finlandia itu seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/10/2008).
Menurut Scheinin, penutupan penjara Guantanamo akan berujung pada pembebasan "tahanan yang sudah jelas-jelas terbukti tidak mengancam siapapun. Sekaligus pelaksanaan proses hukum bagi mereka yang dianggap bersalah di mata hukum AS.
Sebelumnya Presiden AS George W. Bush menegaskan dirinya tidak akan menutup penjara Guantanamo sampai dia menyerahkan kursi presiden kepada penerusnya.
"Sudah berkali-kali dikatakan bahwa kami tidak akan menutupnya hingga masa jabatan Presiden berakhir," tegas juru bicara Gedung Putih, Dana Perino.
Penjara Guantanamo yang terletak di wilayah Kuba selama ini dianggap sebagai simbol "perang melawan terorisme" AS meski terus menuai kritik dari berbagai pihak. Terutama dari para aktivis pembela HAM.
(alf/ita)











































