"Semalam saya tidak bisa tidur, saya ngaji dari jam 02.00 sampai 05.00 WIB," ujar Ryan pada wartawan, di Pengadilan Tinggi Depok, Jl Boelevard, Rabu (22/10/2009).
Novel bagi Ryan adalah kekasih yang paling ia cintai dibanding kekasih-kekasihnya yang lain. Karenanya ia merasa gugup sehingga sulit tidur karena kesaksian yang ia berikan bisa saja memberatkan Novel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui wartawan Ryan juga menitipkan permintaan maafnya pada keluarga para korban. Dia sangat menyesali rangkaian tindak pembunuhan yang pernah dilakukannya.
"Sampaikan permintaan maaf saya kepada keluarga korban. Saya menyesal," pinta pemuda kelahiran Jombang, Jatim, itu.
(did/lh)











































