"Saya bekerja di sebuah lembaga. Terus saya malah dapat bantuan dari pemerintah (Malaysia)," jelas wanita yang mengenakan gamis, hijab dan cadar hitam ini.
Tidak diketahui mengapa pemerintah Malaysia memberikan bantuan pada ibu 6 anak ini. "Padahal bantuan ini tidak pernah diberikan kepada warga Malaysia pendatang atau imigran," ujar Paridah.
Paridah menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Mahendradatta Law Firm, Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2008).
Apakah Muklas terkait konspirasi Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS)? "Maaf bukan bidang saya untuk menjawab," elak Paridah.
Selama jumpa pers, Paridah didampingi anaknya, Zaid (15), yang mengenakan kaos bertuliskan 'Old Navy' serta Usamah Ali Ghufron (5) dan Chubaib (8), yang mengenakan baju bergaris-garis horizontal merah-putih-hitam. Usamah dan Chubaib selalu terlihat menggelayut manja kepada ibunya. (nwk/nrl)











































