Ibu Mahasiswi Binus Diteror Pria Minta Tebusan Rp 5 Juta

Ibu Mahasiswi Binus Diteror Pria Minta Tebusan Rp 5 Juta

- detikNews
Rabu, 22 Okt 2008 13:51 WIB
Jakarta - Setelah melaporkan kehilangan Melina, yang tercatat sebagai mahasiswa Binus, Liliana Herawati (53) mendapat teror dari seorang lelaki yang diduga penculik anaknya. Pelaku mengaku sebagai Kapolres Tangerang, meminta tebusan sebanyak Rp 5 juta.

"Saya Kapolres Tangerang. Anak ibu sudah berada di tangan kami. Kalau ibu mau ambil anak ibu, ibu kirim uang ke saya," ujar Liliana menirukan penelepon gelap, Rabu (22/10/2008).

Pelaku meminta agar uang tebusan dikirim ke rekening BNI dalam waktu dekat serta pelaku pun meninggalkan nomor handphonenya. Saking sayang terhadap anaknya, Liliana sempat terbujuk untuk mengabulkan permintaan pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menyanggupi, tapi waktu saya bilang saya mau dengar anak saya dulu. Dia gak mau ngasih," ujar pengusaha penyewaan truk ini.

Mendengar hal itu, Liliana merasa ada keganjalan dengan peneror tersebut. Tak habis akal, Liliana lantas menelepon Polres Tangerang.

"Pas saya cek, nama Kapolresnya memang betul. Tapi kata polisi sana (Polres Tangerang) bukan itu nomor handphonenya," ujar Liliana.

Liliana Herawati melaporkan kehilangan anaknya, Melina Herawati (22) ke Polda Metro Jaya pada Selasa kemarin. Putri bungsunya itu menghilang sejak Senin 13 Oktober lalu. Liliana yakin putrinya diculik.

Liliana telah melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Timur. Namun dia tidak mendapat respons sehingga melapor ke Polda Metro Jaya.

"Bukan saya tidak mau menolong, tapi kebentur undang-undangnya," ujar Liliana menirukan petugas Polres Jakarta Timur.
Β 
Menurutnya, kasus ini akan mudah diungkap apabila polisi mau membantunya dengan mencetak daftar panggilan telepon anaknya.

"Polisi tidak mau dengan alasan pidananya di bawah lima tahun," ujarnya.

Liliana tidak mengetahui nasib anaknya kini. Teman-teman Melina pun tidak ada yang mengetahui keberadaan anaknya tersebut.

"Sejak terakhir pergi untuk pamit ke kampus itu, anak saya tidak nyampai di kampus," ujar warga Kp Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, ini. (mei/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads