Ketua Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI) Hasril Hermanto menilai kurangnya pengamanan dari pengadilan menjadi penyebab utama perkelahian maut tersebut. Ia juga menyoroti masalah desain tata ruang pengadilan yang kurang aman.
"Hal ini bisa terjadi karena pemerintah tidak mendesain pengadilan untuk aman dari kemungkinan insiden-insiden itu," kata Hasril saat dihubungi detikcom Rabu (22/10/2008).
Ke depan, Hasril menyarankan agar desain pengadilan dibuat sedemikian rupa untuk menghindari potensi kekerasan terulang. Ia mencontohkan di Malaysia, tiang bendera yang berujung runcing ditempatkan jauh dari meja pengunjung sehingga tidak mudah dijangkau.
"Malaysia melakukan hal ini karena mereka menempatkan pengadilan benar-benar lembaga terhormat dan berwibawa sedangkan di Indonesia tidak. Malah pengadilan Indonesia menyumbang distrust (ketidakpercayaan) dengan oknum yang mempermainkan kasus perkara," kata Hasril.
Hal urgen lainnya yang harus dilakukan adalah meningkatkan keamanan yang diselenggarakan oleh pengadilan sendiri dan jangan hanya menunggu seperti satpam.
Sementara mantan Ketua YLBHI Bambang Widjojanto menjelaskan, peristiwa kekerasan yang terjadi di pengadilan mencerminkan adanya problem di dalam proses persidangan. Hal ini bisa disebabkan kemampuan untuk mengelola proses yang belum optimal atau adanya pertarungan kualitas proses pengadilan. (ape/iy)











































