Hal tersebut diungkapkan Ny Aisyah, ibunda korban, saat ditemui di rumahnya, Desa Bulak Rata, Kelurahan Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Rabu (22/10/2008).
"Entong itu orangnya cemburuan, sebentar-sebentar marah. Dia juga pernah mengancam Atika. Awas kamu kalau berani selingkuh saya buntungin," ujar Aisyah menirukan ancaman menantunya kepada putrinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu Atika dibunuh kalung itu hilang," ujar Aisyah.
Atika ditemukan tewas kebun bambu di desanya, Selasa 21 Oktober sekitar pukul 08.00 WIB oleh ibunya sendiri. Mayat Atika dalam kondisi terlentang tanpa kedua belah telapak tangan. Pakaian yang dikenakan Atika juga sudah tidak lengkap lagi. Saat ditemukan korban hanya mengenakan kaos dan celana dalam berwarna pink.
Hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban terhadap sejumlah luka gores dan lebam. Tidak hanya itu, korban juga diketahui sedang hamil 2 bulan. Sedangkan Entong mengaku, sudah dua bulan ini mereka pisah ranjang. Atika merupakan istri kedua Entong yang dinikahi secara siri.
(djo/nrl)










































