"Partai Demokrat berhasil memimpin dengan tingkat elektabilitas sebesar 14,8 persen," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional Umar S Bakry dalam rilis yang diterima detikcom Selasa,(21/10/2008).
Sedangkan Partai Gerindra menjadi satu-satunya partai baru yang fenomenal. Partai Gerindra yang baru didirikan 7 bulan yang lalu melesat cepat mengungguli Golkar, PAN, PPP, PBB, dan PKB dengan perolehan sebesar 10,4 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umar menambahkan melonjaknya Partai Demokrat dan Gerindra tidak lepas dari figur tokoh yang selalu membayanginya. Seringnya Presiden SBY dan Prabowo beriklan dibarengi lambang dan slogan partai membuat popularitas partai pun ikut naik. Iklan SBY dan Prabowo yang selalu menyapa publik di berbagai stasiun televisi nampaknya membantu pencitraan kedua partai.
Temuan ini adalah hasil Jajak pendapat (polling) terbaru dari Lembaga Survei
Nasional (LSN) yang dilakukan melalui wawancara telepon tanggal 20-27 September 2008. Sebanyak 400 responden berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan secara sistematis dari buku telepon baru.
Mereka berdomisili di 15 kota besar di seluruh Indonesia (Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Pontianak, Banjarmasin, Makasar, Manado, Ambon dan Jayapura) dengan sampling error Β± 4,9 persen dan tingkat kepercayaan 95%.
Duduk di tiga besar Partai Demokrat dengan 14,8 persen, PDI-Perjuangan 12,2 persen dan PKS 10,9 persen.Kemudian Partai Gerindra dengan tingkat elektabilitas 10,4 persen, disusul Partai Golkar 7,1 persen, PAN 3,3 persen, Partai Hanura 2,5 persen, PPP 1,5 persen, PBB 1 persen. PKB, PDP dan PPRN masing-masing 0,8 persen.
Namun dari hasil polling tercatat responden yang belum menentukan pilihannya adalah yang paling tinggi yaitu sebanyak 21 persen.
"Hasil polling ini tentu tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat seluruh
masyarakat Indonesia," tandasnya. (ape/irw)











































