DPR Minta TNI Hemat Listrik dan Telepon

DPR Minta TNI Hemat Listrik dan Telepon

- detikNews
Rabu, 22 Okt 2008 07:27 WIB
DPR Minta TNI Hemat Listrik dan Telepon
Jakarta - Anggaran bidang pertahanan dan keamanan tahun 2009 dipotong Rp 1,3 triliun. DPR pun meminta agar TNI melakukan penghematan di beberapa pos sehingga dana yang minim tersebut bisa dimaksimalkan.

"TNI harus menghemat penggunaan listrik dan telepon," ujar anggota Komisi I dari FPDIP Permadi saat rapat kerja antara Komisi I DPR dengan Dephan dan Mabes TNI di ruang rapat DPR, Senayan, Jakarta (21/10/2008).

Permadi menambahkan tunggakan penggunaan listrik dan telepon TNI sangat besar. Ke depannya pemakaian listrik harus dihemat. Begitu pula pemakaian telepon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Telepon ini banyak digunakan untuk kepentingan pribadi seperti untuk menelpon keluarga atau untuk pacaran," ujar politisi senior ini.

Permadi juga mengusulkan perwira TNI tidak perlu mendapat mobil dinas. Cukup
dibelikan bus yang mampu memuat 40 orang.

"Kalau Menteri, Panglima dan kepala staf boleh pakai mobil dinas tetapi yang
lainnya dibelikan bus saja," ujar Permadi.

Permadi berharap dari penghematan ini kesejahteraan prajurit TNI dapat ditingkatkan.

Menangapi hal ini Menhan Juwono Sudarsono menjelaskan perwira-perwira TNI telah memberi contoh kepada anggotanya untuk hidup sederhana. Tidak hidup bermewah-mewahan seperti petinggi TNI di masa lalu.

"Gaya hidup ini mempengaruhi penghargaan prajurit," ungkap Menhan. (rdf/irw)


Berita Terkait