"Beberapa tempat pengobatan tradisional sudah kita datangi," ujar Kasat Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Fadhil Imran, kepada wartawan di Reskrimum Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2008).
Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, korban mutilasi setelah diotopsi sering melakukan pengobatan tradisional. Sementara itu, call center yang dibuka beberapa pekan lalu pun belum menerima laporan yang berarti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya, menurut Fadhil akan terus menyelidiki kasus tersebut. Sementara itu, Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Purwadi Aryanto menduga pelaku mutilasi berasal dari luar Jawa.
"Mungkin saja dari luar Jawa," ujar Purwadi. (mei/irw)











































