Hujan Tangis Ayat-ayat Cinta di Praha

Hujan Tangis Ayat-ayat Cinta di Praha

- detikNews
Selasa, 21 Okt 2008 21:00 WIB
Hujan Tangis Ayat-ayat Cinta di Praha
Praha - Ayat Ayat Cinta, film terakhir yang diputar dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2008 di Praha, mengharukan para penonton yang hadir malam itu (19/10/2008).
 
Selama film berlangsung, tidak ada satupun penonton yang beranjak dari duduknya. Mereka benar benar terpukau oleh cerita dalam film yang langsung diterjemahkan dalam Bahasa Ceko.
 
Seusai film, banyak penonton yang berurai air mata. Beberapa penonton memberikan komentar bahwa film tersebut sangat bagus. Marek, seorang pengamat film dan wartawan radio Regina Czech, sangat terkesan dan mengatakan bahwa film tersebut bermakna sangat dalam.

"Kisah tersebut tidak mungkin terjadi dalam komunitas Ceko," ujar Marek.
 
Sedangkan Moulina, mahasiswi Universitas Teknik Ceko, mengatakan bahwa dia sangat terharu melihat perjuangan Aisha. Dari film itu dia belajar mengenai konsep perkawinan dalam Islam. Sementara seorang penonton bernama Honza mengatakan dirinya dapat mempelajari arti soulmate setelah melihat film tersebut.
 
Sebelumnya film The Photograph yang populer di Ceko juga ramai dikunjungi penonton karena umumnya mereka penasaran film ini memenangkan penghargaan di International Film Festival Karlovy Vary, Ceko pada Juli 2008 lalu.

Indonesia Pascareformasi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksana Fungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi menuturkan bahwa FFI (17-19/10/2008) ini adalah yang kedua kali diselenggarakan oleh KBRI Praha, mengambil tema film-film Indonesia pilihan pascareformasi, yakni Get Married, Nagabonar, Nagabonar Jadi 2, The Photograph dan Ayat-Ayat Cinta.

Pembukaan FFI oleh Dubes Salim Said di City Library Hall Prague, Jumat (17/10/2008), ramai dikunjungi penonton. Tampak di antara mereka dubes negara-negara sahabat, diplomat asing, akademisi, sahabat Indonesia dan masyarakat setempat pecinta film dari berbagai generasi.

Dubes Salim Said dalam sambutannya menyampaikan bahwa FFI adalah acara tahunan oleh KBRI Praha dan ini memasuki tahun kedua setelah tahun lalu mengambil tema Panorama Film Indonesia.

"Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati 50 Tahun Hubungan Kebudayaan Indonesia-Ceko yang diperingati dengan berbagai kegiatan kebudayaan sepanjang tahun," papar Said.

Seusai dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Dubes Said, pengunjung yang memadati City Library Hall Prague FFI langsung dapat menyaksikan film pembuka Opera Jawa.

Gandeng Riri Reza

Selama ini kegiatan pemutaran film Indonesia juga telah dilakukan secara rutin di Bioskop Mini KBRI Praha, yang banyak diminati tidak saja oleh warga Indonesia tetapi juga masyarakat pecinta film di Ceko.

Melalui film, banyak pesan yang dapat disampaikan kepada publik Ceko. Selain itu kegiatan ini merupakan promosi Indonesia yang jitu karena murah, efektif, efisien dengan dampak langsung kepada masyarakat banyak.

Untuk tahun depan, KBRI Praha telah merencanakan mengadakan FFI 2009 bekerjasama dengan Riri Reza dan akan memutar film-film besutan sutradara muda berbakat tersebut. (es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads