Hal itu disampaikan Menteri Muda Pertahanan Belanda Jack de Vries saat menerima kunjungan kehormatan Panglima TNI Djoko Santoso di kantornya Kalvermarkt 38, Den Haag, Jumat (17/10/2008).
De Vries antara lain didampingi Atase Pertahanan Kedubes Belanda Jakarta Kol (L) A.H.L Louter dan staf Kementerian Pertahanan. Sedangkan Panglima TNI antara lain didampingi Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, Kadispenal Laksma TNI Iskandar Sitompul dan Atase Pertahanan KBRI Den Haag Kol Laut (E) Yos Toto Subagyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut De Vries, Belanda juga sangat mengapresiasi peran TNI dalam upaya menciptakan perdamaian dunia seperti misi di Kongo dan Lebanon. Keberhasilan TNI memulihkan keamanan dan ketertiban di Maluku juga mendapat catatan tersendiri.
"Kami sangat terkesan dengan solusi seperti dilakukan Panglima, di mana Panglima bisa menyugesti masyarakat untuk berdamai dan berhenti berkonflik," demikian de Vries.
Terkait kerjasama dan peningkatan kemampuan militer, De Vries berharap bahwa Panglima dapat segera menyampaikan apa saja yang diperlukan dari Belanda. De Vries menyampaikan bahwa dia akan ke Indonesia pada November nanti. Panglima TNI mengucapkan terimakasih dan siap menunggu De Vries di Jakarta.
Di tempat terpisah, Kasal Belanda Letnan Jenderal Marinir R.L Zuiderwijk menegaskan pada peresmian KRI Sultan Iskandar Muda bahwa Belanda memandang Indonesia sangat penting bagi stabilitas kawasan.
Zuiderwijk berharap alutsista yang dibeli Indonesia seperti KRI Sultan Iskandar Muda akan mampu memberi kontribusi untuk stabilitas tersebut.
(es/es)










































