"Bohong itu semua. Tidak ada binaan saya yang dipukuli oleh sipir di sini," kata Wawan kepada detikcom per telepon, Selasa (21/10/2008).
Pria yang sudah 3 kali menjabat sebagai kepala lapas kelas 1 ini menuturkan, banyak napi yang masuk LP kelas 1 Tangerang telah membawa penyakit dari luar dan sempat dirawat di rumah sakit Lapas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka membawa penyakit itu dari luar dan sempat dirawat selama berbulan-bulan di rumah sakit Lapas sebelum akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Polri," kata Wawan.
Wawan menerangkan, kalau pihak keluarga dari napi yang meninggal telah diberitahu, dan pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas.
Kabar napi meninggal gara-gara dihajar sipir disampaikan oleh John, salah seorang napi di LP kelas 1 Tangerang. Menurut John, 2 napi yakni Beni dan Wawan meninggal setelah dimasukkan ke menara gara-gara membawa HP.
Menara adalah ruang tahanan untuk napi yang bermasalah. Ruang tahanan itu berukuran 8x6 meter dengan diisi oleh 25 orang napi. Di ruangan inilah, kedua napi itu dihajar.
(ron/iy)











































