"Saya salah satu anggota Pansus, tapi saya tak pernah diundang ada rapat. Itu nggak fair, lha wong pansusnya ending, tiba tiba mau pangil orang. Kapan rapatnya. Jangan main pangil-pangil orang. Nggak etis dalam tahun-tahun politik, kita panggil orang yang mau maju. Kalau hukum ya hukum, politik ya politik," kata Aziz pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/10/2008).
Wakil Ketua Komisi III DPR ini akan meminta klarifikasi pada rapat Pansus Orang Hilang yang mengagendakan pemanggilan sejumlah pihak. Kalau memang ini dilakukan dalam rangka penegakan hukum, kenapa baru dilakukan sekarang, bukan jauh-jauh hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aziz, ketua Pansus Orang Hilang awalnya dipegang Panda Nababan. Namun, ia tidak tahu kalau tiba-tiba ketua pansus berpindah tangan ke Effendi Simbolon. "Mungkin itu urusan internal partai, saya tak tahu," katanya.
Apakah ada skenario dari PDIP untuk melakukan pembunuhan karakter bagi capres potensial yang akan menyaingi Megawati?" Saya nggak mau menduga-duga. Kita lihat saja nanti," elak Azis.Ketua Pansus Orang Hilang Effendi Simbolon pada Jumat 18 Oktober lalu menyatakan, Pansus akan memanggil sejumlah pejabat dan mantan pejabat TNI yang diduga terkait kasus penghilangan paksa.
Mereka yang dipanggil antara lain Presiden SBY, Ketua Umum Hanura Wiranto, capres Gerindra Prabowo Subianto, mantan Pangdam V Jaya Sjafrie Sjamsoeddin yang kini menjadi Sekjen Dephan dan mantan petinggi Kopassus Muchdi Pr.
Β Β (yid/nrl)











































