Ratusan warga Pasekan Kidul itu berdiri dengan harap-harap cemas di bawah menara BTS yang berada sekitar 20 meter dari tepi jalan Yogya-Wates, Selasa (21/10/2008). Mata mereka mengawasi dengan seksama tubuh Hendri yang sudah memanjat lebih dari setengah tinggi BTS.
Berulang kali warga dengan pengeras suara membujuk pria yang dikenal sebagai pemabuk itu untuk turun. Namun bujukan warga itu sama sekali tidak digubris.Β Sikap cuek juga ditunjukkan Hendri saat anak dan istrinya didatangkan. Dia tetap bergeming dari tempatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 14.15 WIB, suasana tegang masih berlangsung. Ratusan warga terus berdatangan ke sekitar BTS tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas di Jl Yogya-Wates tersebut macet.
Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, dalam dua minggu terakhir ini perangai Hendri memang berubah. Dia sering melakukan kekerasan terhadap istrinya. Dan akibat perbuatannya itu, Hendri sempat dilaporkan istrinya ke polisi.
Diduga kuat, Hendri stres saat mengetahui dirinya dicari-cari polisi untuk dimintai keterangan terkait laporan istrinya. Dia pun akhirnya nekat memanjat menara BTS untuk mengakhiri hidupnya.
Selama ini Hendri memang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Kegiatannya setiap hari hanya mabuk-mabukan dan memancing. Beberapa hari yang lalu, dia pernah tiduran di rel KA dan berteriak-teriak di tengah jalan raya. Beruntung sejumlah warga berhasil menyelamatkannya. Bagaimana nasib Hendri kali ini?
(bgs/djo)











































