Pengacara Muchdi Protes Pendidikan Saksi Ahli dari JPU

Pengacara Muchdi Protes Pendidikan Saksi Ahli dari JPU

- detikNews
Selasa, 21 Okt 2008 13:29 WIB
Pengacara Muchdi Protes Pendidikan Saksi Ahli dari JPU
Jakarta - Saksi ahli komputer forensik, Joni Torino (31), yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dinilai kuasa hukum Muchdi PR, Luthfie Hakim, tidak kredibel. Sebab, pendidikannya hanya D3.

"Padahal bisa dihadirkan saksi ahli yang pendidikannya lebih tinggi.
Selain itu, saksi ahli ini yang melakukan pengkloningan hard disk sendiri. Seharusnya menjadi saksi fakta bukan ahli. Saya kira ini kesalahan JPU yang harus diklarifikasi," kata Luthfie.

Hal ini disampaikan Luthfie usai sidang dengan terdakwa Muchdi Pr di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (21/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesaksiannya, Joni Torino mengaku diminta penyidik melakukan kloning hard disk yang berguna membangkitkan data-data yang ada dalam hard disk tersebut.

Hard disk itu diketahui berisi surat rekomendasi dari BIN kepada mantan Dirut Garuda Indra Setiawan untuk menempatkan Polly sebagai aviation security pesawat Garuda.

Menurut Joni, kloning hard disk bertujuan agar hard disk asli tidak rusak dalam membangkitkan data. Kedua, hard disk hasil kloningan itulah yang dipakai untuk membangkitkan data.

"Hasilnya, 100 persen sama dengan aslinya jika langkah-langkah yang dilakukan tepat," ujarnya.

BAP Dicabut


Lebih lanjut, Luthfie menyesalkan pencabutan BAP yang dilakukan saksi Kawan, anak buah mantan Direktur 5.1 BIN Budi Santoso.

"Sebenarnya, kami menyesali pencabutan BAP itu karena saksi Kawan dalam BAP mengaku melihat Polly berada di ruangan Budi Santoso. Kita ingin mengeksplorasi kejadian itu, kapan, di mana. Tetapi karena dia telah mencabut BAP-nya kita tidak bisa tanyakan lagi," papar dia.

Luthfie berharap, saksi Budi Santoso dihadirkan ke persidangan sehingga bisa mengetahui fakta yang terjadi sebenarnya dalam sidang ini. (aan/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads