"Pak Wahyu kerjanya nggak jelas. Kadang-kadang diajak pemilik kontrakan untuk ikut ngebor sumur lalu dikasih uang. Kata istrinya sih dagang voucher tapi nggak punya counter cuma dari mulut ke mulut," kata Tri, tetangga Wahyu.
Tri ditemui wartawan di sekitar kediaman Wahyu di RT 05 (sebelumnya ditulis RT 07) RW 14, Jalan Kelapa Gading Sengon 7, Kelurahan Kelapa Gading Sengon, Kecamatan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Selasa (21/10/2008). Rumah itu digerebek oleh Densus 88 pagi tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istrinya Betawi asli. Wahyu mengaku dari Jawa Tengah. Orangnya diam, nggak banyak ngobrol," ujarnya.
Warni, tetangga Wahyu lainnya juga menyampaikan hal yang sama. "Saya nggak tahu dia buat bom dan punya peluru. Orang sehari-hari cuma pengangguran," cetus Warni.
Pengamatan detikcom, kondisi rumah Wahyu acak-acakan. Rumah kontrakan semipermanen terdiri dari 2 ruangan. Di ruang tamu, tidak ada kursi dan hanya digelar karpet plastik serta 1 unit kipas angin.
Sedangkan di ruang kedua, ada tempat tidur, lemari pakaian, televisi 14 inchi. Selanjutnya, ruangan yang digunakan untuk memasak alias dapur. (aan/iy)











































