"Lihat saja, sistem ini akan membuat caleg Golkar banyak yang stroke dan bunuh diri," tutur Sekretaris DPD I Golkar DIY, John Keban, ketika berbincang dengan detikcom via telepon, Selasa (21/10/2008).
Menurut John, hal ini tak lepas dari kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang memilih duduk tenang, sementara caleg harus banting tulang mengerahkan segenap dana dan kemampuannya untuk menarik pemilih.
"Caleg akan habis-habisan, karena sistem suara terbanyak. Persoalannya adalah tidak semua caleg Golkar mempunya dana cukup. Utamanya caleg yang betul-betul merangkak dari bawah yaitu kader sejati," terang John.  Â
Lebih lanjut John menerangkan bahwa caleg yang punya dana pas-pasan akan menjual tanah dan barang-barangnya untuk membiayai dana kampanye. Ketika mereka nantinya tidak menang, caleg-caleg yang habis-habisan ini bisa stroke, bahkan nekad bunuh diri.
Selain itu, menurut John, sistem suara terbanyak juga berpengaruh pada kesetiaan pemilih pada partai. "Pemilih akan setia pada person, bukan pada partai. Basis partai nantinya tidak akan kuat, tapi yang kuat person," tuturnya.
(gun/nrl)











































