"Presiden prihatin dengan pernyataaan tidak sehat yang amat sarat fitnah, pembunuhan karakter dan politik gelap mata," kata Seskab Sudi Silalahi usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/10/2008).
Pada saat kasus tersebut terjadi, jabatan SBY adalah Kasospol ABRI. Tapi selama karir militernya, SBY sama sekali tidak terkait dalam kasus penghilangan paksa pada 9 orang sipil sebagaimana diwacanakan belakangan ini oleh sejumlah politisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat yang dimulai pukul 20.00 WIB diikuti pula oleh Jaksa Agung Hendarman Supanji dan Panglima TNI Djoko Santoso. Keduanya secara bergantian memberi paparan apa saja langkah yang telah diambil dan posisi saat kasus berlangsung. (lh/ndr)











































