"Penyakit itu disebabkan serangan virus chikungunya yang salah satunya dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti yang juga bisa menularkan penyakit demam berdarah. Kita minta warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena pada musim hujan dan lingkungan yang tidak bersih penyakit tersebut gampang berkembang," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri, kepada detikcom melalui telepon, Senin (20/10/2008).
Dikatakan Rosnini, dalam 10 bulan terakhir kasus cikungunya tertinggi terjadi di kota Padang sebanyak 258 kasus dan Kabupaten Sijunjung 100 kasus. Menurutnya, dari 11 kecamatan di kota Padang, 10 di antaranya ditemukan kasus chikungunya.
"Chikungunya dapat menyebabkan kelumpuhan sementara. Gejala yang dialami penderita mirip dengan penderita demam berdarah, yakni panas tinggi, bintik-bintik merah di kulit. Namun, kalau terkena chikungunya, persendian terasa nyeri," kata dia.
Meski belum ada yang dilaporkan meninggal akibat cikungunya di Sumbar, lanjutnya, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan preventif, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan upaya menghindari terjadinya genangan air. (yon/djo)











































