Usai Rapimnas, Golkar Terpecah

Usai Rapimnas, Golkar Terpecah

- detikNews
Senin, 20 Okt 2008 16:37 WIB
Usai Rapimnas, Golkar Terpecah
Jakarta - Tanda-tanda perpecahan di tubuh Partai Golkar makin nampak. Usai Rapimnas IV, sejumlah ketua DPD I kecewa atas hasil Rapimnas. Kekecewaan ini terkait dengan Partai Golkar yang tidak menetapkan nominasi capres dan cawapres sebagai keputusan resmi partai.

Padahal, aspirasi sejumlah DPD menginginkan agar partai berlambang beringin itu mempunyai nominasi resmi capres dan cawapres sebelum Pemilu Legislatif.

"Kami kecewa. Pertimbangan partai yang tidak menetapkan nominasi resmi karena dinilai tidak etis untuk menjaga hubungan antara Ketua Umum dan Presiden," ujar Ketua DPD I NTT Alex Enna saat dihubungi detikcom via telepon, Senin (20/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi JK, penyebutan nominasi-nominasi secara resmi bisa mengganggu hubungan keharmonisanya dengan SBY. Karena itu Alex menilai, JK Masih ingin berpasangan dengan SBY.

"Secara manusiawi, alasan JK bisa diterima. Tapi secara organisasi kepentingan partai harusnya diutamakan," lanjut dia.

Menurut Alex, hasil keputusan Rapimnas ini bisa memperburuk stigma terhadap Partai Golkar yang disebut-sebut sebagai banci dan pengekor.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sekretaris DPD I DIY, John Keban. Menurut John, penetapan nominasi partai sebenarnya tidak masalah dan tidak menjadi kendala politik.

"Sebetulnya kami kecewa kenapa tidak berani. Padahal, menyebut nominasi itu tidak masalah. Seharusnya tidak jadi kendala politik," ujarnya saat dihubungi via telepon. (anw/iy)


Berita Terkait