"Selama tidak ada dukungan persenjataan, finansial dan organisasi luar ini hanya sementara," ungkap Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono saat memberikan keterangan pers di Dephan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2008).
Juwono menjelaskan, insiden seperti pengibaran bendera itu rutin terjadi pada saat-saat tertentu seperti HUT OPM, HUT GAM dan sebagainya. Ia menilai hal itu sebagai upaya untuk menarik perhatian pemerintah pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juwono pun meminta agar aparat keamanan di daerah menggunakan pendekatan persuasif jika terjadi kasus-kasus semacam ini, bukan dengan kekerasan.
"Coba kita lihat NKRI tetapi juga Bhineka Tunggal Ika," jelasnya.
Sementara itu Ketua Persatuan Purnawirawan dan Warakauri TNI/Polri (Pepabri) Agum Gumelar memandang perlu untuk melakukan tindakan yang lebih keras jika berkali-kali upaya persuasif tidak berhasil.
"Aparat keamanan perlu mengedepankan tindakan persuasif dan komunikasi, tetapi apabila eskalasinya mengancam NKRI perlu ada tindakan yang lebih tepat dari ini," ungkap purnawirawan jenderal yang pernah menjadi Danjen Kopassus ini.
(rdf/iy)











































