Astro Stop Pasokan Karena PT DirectVision Belum Bayar

Astro Stop Pasokan Karena PT DirectVision Belum Bayar

- detikNews
Senin, 20 Okt 2008 13:33 WIB
Astro Stop Pasokan Karena PT DirectVision Belum Bayar
Jakarta - Astro All Asia Networks Plc (Astro) mengumumkan bahwa mulai pukul 00.01 WIB hari ini pihaknya tidak lagi menyalurkan layanan siaran, layanan informasi dan teknologi, penyewaan peralatan penerimaan satelit dan layanan pasokan channel (Dukungan dan Layanan) kepada PT Direct Vision (PT DV).

Dalam siaran pers Astro yang diterima detikcom, Senin (20/10/2008), Astro sebelumnya telah mengumumkan bahwa memenuhi permintaan PT DV, pihaknya telah setuju untuk memperpanjang waktu yang dibutuhkan oleh PT DV untuk menyelesaikan pembayarannya kepada Astro dan terus menggunakan nama Astro sesuai Trademark License Agreement hingga 30 September 2008, dan kemudian hingga 19 Oktober 2008.

Dalam laporannya kepada Bursa Malaysia hari ini, Astro menyebutkan bahwa karena pihaknya belum menerima pembayaran dari PT DV, Dewan Direksi Astro telah memutuskan untuk menghentikan seluruh Dukungan dan Layanannya kepada PT DV, sekaligus mengakhiri Trademark License Agreement-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Astro telah memberikan dukungan kepada PT DV sejak Februari 2006 dengan keyakinan bahwa segala rencana yang dibutuhkan agar pihaknya dapat berinvestasi di PT DV dapat segera dirampungkan," kata kuasa hukum Astro, Todung Mulya Lubis.

"Namun, karena telah lebih dari dua tahun dan tidak ada indikasi bahwa rencana tersebut akan rampung atau bahwa Astro akan menerima pembayaran atas segala Dukungan dan Layanan yang telah diberikannya, maka Dewan Direksi Astro tidak punya pilihan lain selain menghentikan layanan Astro kepada PT DV," tambah Todung.

Todung menekankan bahwa Astro memenuhi permintaan PT DV dan sepenuhnya dengan niat baik, telah dua kali memperpanjang tenggat waktu penghentian Dukungan dan Layanan, setelah Trademark License Agreement untuk menggunakan nama Astro berakhir pada 30 Agustus 2008.

"Hal ini untuk memberikan waktu kepada para pemegang saham PT DV beserta afiliasi Grup Lippo untuk membayar Dukungan dan Layanan yang telah diberikan Astro atau menyetujui penyelesaian alternatif atas pertentangan yang timbul dari rencana joint venture di PT DV," jelas Todung.

"Karena Astro tidak pernah menerima kompensasi atasDukungan dan Layanan yang telah diberikannya kepada PT DV, yang berjumlah sekitar Rp2,5 triliun, dan bahwa (1) tidak pernah ada usaha dari Grup Lippo untuk mencari penyelesaian alternatif yang dapat diterima bersama atas rencana joint venture; dan (2) Astro bukan dan tidak pernah menjadi pemegang saham PT DV; situasi ini sudah jelas tidak dapat dibiarkan terus berlanjut," kata Todung.

"Situasi ini timbul murni karena pertentangan komersil antara Astro dan Grup Lippo sehubungan dengan tidak rampungnya rencana joint venture antara pihak-pihak yang terlibat di PT DV. Walaupun bukan pemegang saham di PT DV dan tidak pernah menerima pembayaran atas Dukungan dan Layanannya kepada PT DV, Astro telah berusaha untuk mencari penyelesaian dengan jalan damai sambil terus memberikan dukungan terhadap kegiatan operasional PT DV untuk melindungi hak-hak para pelanggan PT DV," kata Todung.
(nrl/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads