Puan Maharani: Padi MSP Masih Diujicoba Kalangan Internal

Puan Maharani: Padi MSP Masih Diujicoba Kalangan Internal

- detikNews
Senin, 20 Okt 2008 11:57 WIB
Puan Maharani: Padi MSP Masih Diujicoba Kalangan Internal
Solo - PDIP membudidayakan bibit padi unggulan. Meskipun sempat menimbulkan masalah di Banyumas, ujicoba di Sukoharjo berjalan lancar. Namun diakui petani masih ada bulir-bulir padi yang kosong. Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, mengakui padi tersebut masih dalam tahap ujicoba internal.

Puan Maharani bersama sejumlah pengurus PDIP dari tingkat pusat hingga ranting melakukan makan bersama nasi hasil panen padi MSP, bibit padi unggulan yang dikembangkan PDIP, di Kedungwinong, Nguter, Sukoharjo, Senin (20/10/2008). Saat menyantap nasi MSP, Puan memuji nasinya pulen dan enak.

Di Sukoharjo, padi MSP baru pertama kali ditanam pada area 15 hektar. Penanaman tersebut dilakukan oleh para kader PDIP sendiri. Menurut Puan, bibit tersebut memang masih dalam tahap ujicoba internal sehingga belum direkomendasikan untuk ditanam oleh masyarakat umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam dialog, seorangย  petani penanam memberikan masukan kepada Puan agar Balitbang DPP PDIP lebih meningkatkan lagi kualitas padi bernama panjang 'mari sejahterakan petani' tersebut. Menurutnya, masih ada bulir-bulir padi MSP yang kosong saat dipanen sehingga mengurangi hasil panen.

Kepada wartawan Puan Maharani mengakui padi MSP belum memiliki setifikat padi keluaran Departemen Pertanian sebagai padi yang layak ditanam oleh masyarakat. Oleh karena itu DPP PDIP belum berani merekomendasikan padi tersebut ditanam secara luas oleh masyarakat.

"Untuk kalangan internal kami berani merekomendasikan, tapi karena padi MSP ini belum mendapat sertifikat padi maka kami belum berani merekomendasikan untuk kalangan di luar internal kami. Saat ini masih budidaya internal," ujar Puan.

Beberapa hari sebelumnya di Klaten, Menteri Pertanian Anton Apriantono meminta kepada petani menghentikan penanaman padi yang belum memiliki sertifikat sehingga belum diuji dari Departemen Pertanian karena akan merugikan petani sendiri.

Himbauan itu didasarkan pada pengalaman beberapa kasus penanaman padi yang disebut bibit unggul namun hasilnya bermasalah. Menteri Pertanian juga menghimbau semua pihak tidak menyebarkan bibit padi belum bersertifikat karena melanggar hukum. Pananaman padi belum bersertifikat hanya boleh dilakukan secara terbatas untuk penelitian.

Menanggapi himbauan Menteri Pertanian tersebut, Puan mengatakan penanaman padi MSP di beberapa tempat masih dalam kategori terbatas sebagai bagian ujicoba. Pihaknya juga akan mengusulkan bibit padi tersebut ke Departemen Pertanian untuk mendapatkan sertifikat.

"Tentu langkah mencari sertifikat itu akan kami lakukan. Tetapi sebelumnya kami harus yakin dulu bahwa padi ini benar-benar bermanfaat untuk petani," ujar puteri Megawati yang juga menjadi Caleg nomor 1 PDIP untu Dapil Jateng 5 tersebut. (mbr/djo)


Berita Terkait