Ketika diwawancara Fox News Sunday apakah dirinya siap kalah, McCain menjawab, "Oh iya. Meski saya juga tidak akan berdiam diri."
Lebih lanjut, McCain menambahkan, "Tapi lihatlah. Hidup saya sudah cukup menyenangkan kok. (Jika kalah) saya harus pulang ke Arizona dan akan terus di Senat mewakilinya, bersama sebuah keluarga yang hebat."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut jajak pendapat terbaru yang diselenggarakan Realclearpolitics, Obama unggul atas McCain dengan keunggulan 48,9 persen berbanding 43,9 persen.
Di tengah upaya masing-masing kandidat untuk meraih dukungan, kubu McCain justru mengalami pukulan telak menyusul dukungan mantan Menlu AS Colin Powell terhadap Obama. Dukungan Powell terhadap Obama dianggap sebagai pulukan telak karena Powell adalah Menlu era George W. Bush, yang kerap diasosiasikan dengan McCain.
Meski demikian, McCain mencoba menghibur dirinya dengan mengatakan ia masih didukung mantan menlu lain seperti Henry Kissinger dan James Baker.
"Saya hanya ingin terus bertahan di kampanye ini. Kebanyakan orang Amerika ingin melihat di tengah situasi sulit ini sesorang yang memiliki rencana aksi untuk mengembalikan uang kita, dan membantu keluaarga bekerja, laki-laki dan perempuan." jelas McCain.
"Saya cukup puas dengan posisi (kami) sekarang. Dan saya senang menjadi yang tak diunggulkan (underdog)," tambah McCain. Senator Arizona berusia 72 tahun itu juga dengan tulus mengakui kesalahan-kesalahan yang dibuatnya selama kampanye. "Anda tahu, setiap kali saya mencoba bangkit, saya malah mengacaukan segalanya," pungkasnya. (alf/nrl)











































