"Kita sandera saja decodernya, biar sama-sama rugi," kata Wati, pelanggan Astro yang tinggal di Pondok Gede, Jakarta Timur, itu kepada detikcom, Senin (20/10/2008).
'Ancaman' itu juga disampaikan Alfian, pelanggan Astro lainnya. Pria yang tinggal di Bandung itu sangat kesal karena tidak mendapat pemberitahuan apapun sebelum siaran Astro dihentikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Wati dan Alfian sebenarnya sudah mengetahui soal pemutusan siaran ini dari media massa. Namun dia menyayangkan, kenapa PT Direct Vision, tempat Astro bernaung, tidak langsung memberitahu pada pelanggan.
"Astro TV mengumumkan terhenti siarannya di detik-detik terakhir ketika Astro Malaysia memutus transmisi satelitnya. Sampai dengan buletin Oktober saja Astro tidak mengumumkan ke pelanggannya," keluh Wati.
"Terbukti tidak ada tanggung jawabnya sama sekali. Sangat tidak profesional melayani pelanggannya. Kalau ada kata-kata yang lebih tidak sopan, Astro pantas mendapatkannya," lanjutnya kesal. (ken/nrl)











































