Tujuh belas hari menjelang pemilihan presiden AS, Obama membantah serangan kubu Republik yang menyatakan bahwa kebijakan ekonomi versi Obama akan membuat pajak membumbung tinggi dan menghancurkan lapangan perkerjaan.
Di pihak lain, Obama menuduh John McCain melancarkan kampanye negatif. Menurut Obama, kubu McCain amat gencar menyerang dirinya, termasuk dengan menggunakan robo-call (telepon otomatis ke rumah-rumah) yang berisikan tuduhan bahwa Obama adalah seorang radikal tersembunyi yang akan menghancurkan demokrasi.
"Kalian telah melihat iklan-iklannya (McCain). Beberapa di antara kita bahkan telah mendapat telepon darinya," seru Obama kepada pendukungnya yang diperkirakan polisi mencapai 100,000 orang, sebagaimana yang dilansir AFP. Tak pelak lagi, kerumunan massa di Missouri tersebut menjadi yang terbesar di Amerika Serikat.
Dalam sejarahnya, Missouri memilih George W. Bush dalam dua pilpres terakhir. Meski demikian, Obama menyerukan bahwa angin perubahan tengah berhembus di seluruh negara bagian dan Amerika Serikat secara umum.
"Dengan situasi ekonomi yang tengah dipertaruhkan 'Mimpi Amerika' sedang berada di unjung tanduk, hal terakhir yang diinginkan rakyat adalah perseteruan antar politisi," demikian ujar Obama untuk mendinginkan suasana.
"Yang ingin didengar rakyat adalah bagaimana mengatasi tantangan yang dihadapi kelas menengah setiap hari," tambah Obama yang mencoba meraih simpati.
Kaum Republiken pun tak kehabisan akal. Selain menyerang Obama sebagai seorang 'radikal' karena dekat dengan tokoh teroris tahun 60an Robert Ayers, kubu John McCain juga giat menelepon rumah-rumah di seantero AS sembari membawa pesan bahwa Obama adalah pembunuh bayi-bayi karena sikapnya yang liberal terhadap borsi.
(djo/djo)











































