Pengamat: Sejumlah Nama Capres Muncul Karena JK Kurang Populer

Pengamat: Sejumlah Nama Capres Muncul Karena JK Kurang Populer

- detikNews
Minggu, 19 Okt 2008 11:51 WIB
Pengamat: Sejumlah Nama Capres Muncul Karena JK Kurang Populer
Jakarta - Beberapa Dewan Pengurus Daerah (DPD) mengusung sejumlah nama calon presiden (capres) dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golongan (Golkar). Nama-nama selain Jusuf Kalla (JK) muncul karena JK dinilai kurang populer.

Padahal, sebelumnya beberapa pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar mengisyaratkan tidak ada pembahasan capres dalam rapimnas.

Menurut pengamat politik pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli saat dihubungi detikcom, Minggu (19/10/2008), ada dua kelompok yang berbeda pendapat di Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentang pemilihan capres berkaitan dengan Pak JK sendiri. JK ini kan dari hasil survei kurang populer apabila diposisikan sebagai capres, oleh karena itu dia lebih pas dia sebagai cawapres," kata Lili.

Sedangkan kelompok lainnya, imbuh Lili, melihat Golkar adalah partai yang besar, sehingga harus berani mengusung kadernya menjadi capres.

Selain itu, posisi JK sebagai ketua umum Golkar membuatnya ingin maju sebagai capres. Namun, tidak hanya JK di partai berlambang pohon beringin itu yang ingin maju menjadi calon RI-1.

Oleh karena itu, dalam rapimnas ini, Golkar harus mengkonsolidasikan faksi-faksi di tubuhnya tentang polemik capres ini. Termasuk kapan waktu untuk menentukan capres-cawapres.

"Karena itu harus diselesaikan faksi-faksi disana itu, yang menginginkan apakah capres itu sekarang atau nanti. Golkar harus men-declare hasil rapimnas ini bicara tentang hasil konsilidasi pemenangan juga mengumumkan akan berkoalisi dengan siapa, persoalan posisi capres atau cawapres," imbaunya. (ddt/nwk)


Berita Terkait