Penelusuran detikcom di lingkungan tempat tinggalnya menyebutkan, rata-rata para tetangga tak mempercayai jika Rangga, sapaan akrab Rudi Hartono pelaku pembunuh Fauzin yang ramai diberitakan di media massa.
"Ya sering lihat beritanya di TV dan koran, tapi nggak nyangka kalau yang membunuh ternyata tetangga saya sendiri. Aneh gitu lho Mas, lha wong Rangga itu sangat pendiam," ujar Abdul Ghofur (37) salah satu tetangga Rudi Hartono kepada detikcom di rumahnya, Minggu (19/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Anaknya itu lembeng. Kalau bahasa Indonesianya ya mungkin banci itu lho Mas," imbuh Ghofur.
Selain tetangga yang tak mempercayai mengenai tindakan Rangga, Sebi (63) ayah kandungnya juga mengaku sangat kaget dengan kabar ditangkapnya anaknya karena pembunuhan. Dia bahkan mengaku mengetahui jika anaknya ditangkap bukan dari kepolisian, melainkan dari tetangga lainnya.
"Kemarin Bu Kasun yang memberitahu. Katanya melihat anak saya di TV sedang ditangkap Pak Polisi. Setelah itu baru ada datang petugas, menjemput istri dan anak saya, katanya mau dijadikan saksi," kata Sebi.
Mengenai pribadi anaknya, Sebi juga membenarkan apa yang diceritakan para tetangga. Menurutnya, usai lulus dari SMK Taruna Bhakti di Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Rangga langsung pamit merantau kerja di Surabaya.
"Ya sejak itu saya nggak tahu bagaimana tingkah polahnya. Tapi selama sekolah dia itu sangat pendiam, berteman lebih banyak dengan perempuan dan tidak ada tindakan yang neko-neko," cerita Sebi.
Pria yang sehari-hari sebagai tukang becak dan istrinya hanya buruh tani, tak pernah mengejarkan pada anaknya untuk berbuat hal kejahatan. Sejak kecil, Rangga diajarkan mengaji dan kebaikan.
"Ooooalah Mas, saya ini orang nggak mampu. Saya selalu ajarkan dia jangan menjahati orang lain. Makanya saya tetap nggak percaya kalau dia tega membunuh," ungkap Sebi sambil menitikkan air mata.
Atas penangkapan terhadap anaknya, Sebi mengaku pasrah dan berharap pemeriksan dapat membuktikan jika Rangga tak bersalah serta kembali dilepaskan. (fat/nwk)











































