Hal itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut Belanda Luitenant-Generaal der Mariniers (Letnan Jenderal Marinir) R.L Zuiderwijk dalam sambutan seusai peresmian KRI Sultan Iskandar Muda 367 di galangan Damen Schelde Naval Ship Building, Vlissingen, Sabtu (18/10/2008).
Menurut Zuiderwijk, kepentingan terhadap stabilitas Indonesia itu karena luas wilayahnya, letak geografisnya yang strategis, komposisi dan jumlah penduduknya, serta kekayaan sumber daya alamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia membeli baru empat kapal patroli tempur korvet kelas Sigma dari Belanda. KRI Sultan Iskandar Muda 367 adalah kapal ketiga yang telah resmi masuk jajaran kapal perang TNI AL, menyusul KRI Diponegoro 365 dan KRI SUltan Hasanuddin 366. Satu lagi KRI Frans Kaisepo sedang dalam pengerjaan akhir. Β
Kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, Zuiderwijk melaporkan bahwa di bawah Komando Latihan Laut dan Tim Pendidikan Belanda, kapal-kapal tersebut telah menempuh pelayaran awal sekian mil pertama di lautan dalam, sebagai persiapan mereka untuk operasi-operasi mendatang dan keselamatan navigasinya.
Dikatakan bahwa para awak kapal telah membuktikan antusiasme belajar. Bahagia dan bangga dengan kapal mereka. Perwira komandannya juga telah menunjukkan dirinya sebagai perwira laut yang sangat kapabel.
"Saya yakin kapal korvet Sultan Iskandar Muda ini akan menyongsong masa depan dengan percaya diri," puji Zuiderwijk.
Zuiderwijk menambahkan, sekaitan dengan rasa respek itu, dia yakin bahwa masa depan kerjasama antara kedua negara dan Angkatan Lautnya akan terus berkembang seperti sudah pernah dialami.
"Juga atas nama Panglima Peter van Uhm, saya mengucapkan sukses selalu dengan korvet-korvet baru Anda. Selamat berlayar mengarungi samudera," demikian Zuiderwijk. (es/es)











































