Kedua pasangan yang saling mencintai ini menikah di tahanan Polsek Johar Baru, Jl Kramat Pulo Gadul, Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (18/10/2008).
Kedua mempelai ini dinikahkan oleh penghulu Syamsuddin Habib dan saksi Kapolres Kombes Pol Ike Edwin dan dihadiri perwakilan keluarga kedua mempelai, serta belasan polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Habis sudah cinta sih. Kenal sudah setahun lalu, waktu saya jaga toko HP di Glodok. Saya tidak tahu, Mas saya kena kasus ini," kata Kusmiati dengan wajah yang sumringah seusai ijab kabul pernikahannya itu.
Awalnya menurut Kusmiati, orangtuanya terutama sang ibu menentang keras pernikahan tersebut. Namun sang ibu akhirnya luluh juga hatinya dan menyetujui pernikahan tersebut.
Sebelum dinikahkan, Bulkam mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam. Setelah itu mengucapkan ijab kabul dengan menyerahkan mas kawin berupa cincin emas seberat 3 gram, serta seperangkat alat sholat.
Kusmiati menikah dengan mengenakan kebaya serta jilbab berwarna putih. Sementara Bulkam, ya karena statusnya sebagai tahanan, akhirnya diberi pinjaman kemeja putih, celana panjang hitam dan sepatu.
Usai pernikahan itu, kedua pasangan itu terlihat gembira. Pihak keluarga pun membagikan kotak makanan kepada polisi. Setelah beberapa lama menikmati makanan, Bulkam pun digiring kembali ke dalam tahanan.
"Ayo kalau sudah dibalikin ya baju dan celananya. Ayo masuk tahanan lagi," ujar seorang anggota polisi yang meminjamkan pakaian kepada Bulkam sambil tersenyum. (zal/aan)










































